Rabu, 19 Desember 2012

FIFA TIDAK MENGHUKUM TAPI BUKAN BERARTI AMAN

FIFA TIDAK MENGHUKUM TAPI BUKAN BERARTI AMAN Sidang Komite Eksekutif FIFA di Tokyo tanggal 14 Desember 2012 lalu telah memutuskan bahwa Indonesia tidak dijatuhi hukuman, tetapi itu bukan berarti Indonesia aman dari ancaman hukuman itu, ancaman akan dijatuhi hukuman tetap ada, karena kenyataanya dualisme organisasi sepakbola nasional masih tetap ada hingga sekarang. Jadi FIFA sebenarnya hanya memberikan semacam penangguhan sementara dan kembali memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya, dengan batas waktu yang harus dipatuhi PSSI, yaitu harus bisa diselesaikan paling lambat tanggal 30 Maret 2013.
Nampaknya FIFA bersama AFC menghargai berbagai upaya yang dilakukan PSSI didalam usaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sepakbola di negaranya sendiri, Oleh karena itu FIFA menyerahkan kepada AFC untuk menyelesaikan persoalan dualisme sepakbola di Indonesia. Berkaitan dengan itu, Pengurus PSSI telah menyiapkan agenda penting dalam 3 bulan kedepan adalah menyatukan kembali dua Liga, mengembalikan keempat anggota Komite Eksekutif PSSI dan perubahan Statuta PSSI. Selama ketiga masalah pokok tersebut belum tuntas jangan harap Indonesia bisa bebas dari hukuman FIFA, karena FIFA sebenarnya sangat tabu atau mengharamkan bila terjadi dualisme organisasi maupun dualisme kompetisi disebuah negara anggota FIFA, Kalau saja persoalan serupa terjadi di negara lain pasti hukuman FIFA sudah dijatuhkan, tetapi Indonesia nampaknya beruntung walau terjadi dualisme tapi tidak segera dijatuhi hukuman FIFA. Tetapi kali ini kelihatannya kalau sampai tanggal 30 Maret 2013 belum saja selesai persoalan dualisme di Indonesia, FIFA sudah pasti akan menjatuhi hukuman. Lalu kenapa Indonesia sampai saat ini masih terbebas dari hukuman? padahal jelas-jelas FIFA mentabukan atau mengharamkan adanya dualisme disetiap negara anggota FIFA, tetapi kasus di Indonesia sepertinya lain, sebab Konfederasi Sepakbola Asia atau AFC yang dipimpin Acting Presiden Zhang Jilong dari China, selalu berusaha membela PSSI sebagai anggotanya dan aktif memberikan masukan kepada FIFA mengenai cara memecahkan persoalan yang dihadapi Indonesia dengan cara Asia. Termasuk sekarang dalam kesempatan terakhir, AFC kembali dipercaya FIFA untuk menyelesaikan masalah tersebut di Indonesia, bila AFC dapat menyelesaikan permasalahan Indonesia selamat, tapi kalau AFC tidak berhasil menyelesaikan permasalahan ya wasalam bagi persepakbolaan Indonesia, dijatuhi hukuman adalah setimpal akibat perseteruan yang tak kunjung selesai. Sekarang berpulang kepada tokoh-tokoh sepakbola Indonesia terutama 4 tokoh yang telah diminta FIFA maupun AFC kembali keinduk semula, mau memilih yang mana? mau bebas atau dijatuhi hukuman oleh FIFA?, jawabannya sebenarnya sederhana saja, kalau keempat tokoh tersebut bersedia kembali ke induk semula, Indonesia selamat, karena dua persoalan lainnya diharapkan akan bisa mengikuti penyelesaian dengan sendirinya setelah itu. Adapun keputusan Sidang Komite Eksekuti FIFA di Tokyo tanggal 14 Desember 2012 yang dimaksud adalah sebagai berikut : (1) Menyerahkan penyelesaian dualisme induk sepakbola Indonesia kepada Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). (2) Komite Asosiasi Anggota FIFA akan menggelar Rapat di Zurich pada tanggal 13 Februari 2013, (untuk memantau perkembangan permasalah sepakbola di Indonesia). (3) Memberikan batas waktu kepada PSSI untuk menyelesaikan dualisme induk sepakbola Indonesia paling lambat tanggal 30 Maret 2013. (M. ACHWANI)

1 komentar: