Senin, 04 Februari 2013

MEMBUAT PENILAIAN ATAS TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN


Oleh : m. achwani (Manajemen Sport Utama)
SELAMA INI SETIAP SELESAI KEGIATAN PERTANDINGAN KEJUARAAN SEPAKBOLA KELOMPOK USIA, UMUMNYA HANYA MENINGGALKAN JEJAK LAPORAN : URUTAN KEDUDUKAN KEJUARAAN, PEMAIN TERBAIK, PENCETAK GOL TERBANYAK, TIM FAIR PLAY DAN BILA ADA DATA STATISTIK.
DAN JARANG MENINGGALKAN JEJAK LAIN SEPERTI REKAM JEJAK LAPORAN TEKNIS, MISALNYA CATATAN PENAMPILAN TEKNIS YANG DICAPAI SETIAP TIM PESERTA BAIK SECARA TIM MAUPUN SECARA INDIVIDU DISETIAP PERTANDINGAN, SEBAGAI REFERENSI BERGUNA BAGI PERKEMBANGAN PEMBINAAN SELANJUTNYA.
CATATAN PENAMPILAN TEKNIS DALAM SEBUAH PERTANDINGAN BIASANYA DIBUAT OLEH TIM TSG (TECHNICAL STUDY GROUP), YANG INSTRUMENNYA LEBIH RUMIT DAN HARUS MELIBATKAN ANGGOTA TSG YANG TERLATIH. TAPI KALI INI KITA BUAT DENGAN CARA SEDERHANA MELALUI INSTRUMEN FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH, YANG BISA DIISI SEUSAI PERTANDINGAN PADA FORM YANG DISEDIAKAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN.
DAN SETELAH DIISI, FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH DIKEMBALIKAN SAAT ITU JUGA KEPADA PENYELENGGARA PERTANDINGAN, UNTUK DIHIMPUN DAN DIOLAH SEBAGAI BAHAN YANG SANGAT BERHARGA GUNA MEMBUAT ANALISA PERTANDINGAN.
DENGAN DEMIKIAN ANALISA PERTANDINGAN TERSEBUT BISA DIBUAT BERDASARKAN PENGAMATAN SEMUA PELATIH, SEHINGGA SEMUA KENYATAAN YANG TERJADI DI LAPANGAN PERMAINAN DAPAT TERCATAT DENGAN BAIK, SEPERTI PENAMPILAN TEKNIS DAN MENTAL APA SAJA YANG TELAH DAN BELUM TERCAPAI, HAL ITU SEBENARNYA MERUPAKAN BAGIAN PENTING BAHAN EVALUASI SETIAP PELATIH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIDIKNYA.
FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH
FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH INI SANGAT SEDERHANA DAN MEMUAT 2 BAGIAN, YAITU BAGIAN A MEMUAT PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI DAN BAGIAN B MEMUAT PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN.
KEDUA BAGIAN TERSEBUT MEMUAT KOLOM SAMA UNTUK DIISI SECARA SINGKAT TAPI PADAT, YAITU KOMENTAR TENTANG PENILAIAN TIM SENDIRI DAN PENILAIAN ATAS TIM LAWAN YANG MELIPUTI :
· PERMAINAN TIM
· PERMAINAN INDIVIDU
· PEMAIN MENONJOL
· FORMASI TIM
· PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU
DENGAN DEMIKIAN SETIAP PELATIH DISAMPING DIMINTA KOMENTAR ATAU MEMBUAT PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI, JUGA DIMINTA UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR ATAU PENILAIAN TERHADAP TIM LAWANNYA SECARA FAIR DAN BERIMBANG DALAM BENTUK ANALISA PERTANDINGAN SEDERHANA TETAPI DIHARAPKAN TAJAM ATAU MENGENA.
MAKSUD TUJUAN MENGISI FORM ADALAH SEBAGAI BAHAN BERHARGA UNTUK MEMBUAT RANGKUMAN ANALISA PERTANDINGAN YANG AKAN DIBUAT OLEH PENYELENGGARA KEJUARAAN, SEBAGAI BAGIAN PENTING PULA BILA PENYELENGGARA KEJUARAAN HENDAK MEMBUAT LAPORAN TEKNIK, DISAMPING BAGIAN LAINNYA SEPERTI HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN, DATA DAN STATISTIK PERTANDINGAN, ANALISA TAKTIK DAN STRATEGI, LAPORAN OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW DAN PP), TENTANG PESERTA, TENTANG KEJUARAAN, DLL.
ISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM
MENULIS TENTANG PENAMPILAN ATAU PERMAINAN YANG DIPERLIHATKAN TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TAKTIK DAN STRATEGI, PENYERANGAN DAN PERTAHANAN, TRANSISI, PENGUASAAN BOLA ATAU ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, DUKUNGAN TERHADAP KAWAN, INTERSEP, DUEL PEREBUTAN BOLA, TEMPO PERMAINAN, DLL.
ISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU
MENULIS TENTANG KEMAMPUAN BERMAIN PERSEORANGAN YANG DIPERLIHATKAN PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TEKNIK, SKILL, KONTROL DAN PENGUASAAN BOLA, MENGGIRING, MENGUMPAN, MENEMBAK DAN MENANDUK BOLA, KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG.
ISIAN KOMENTAR PEMAIN MENONJOL
MENULIS NOMOR PUNGGUNG (NPG) PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN YANG BERMAIN MENONJOL DAN BESAR KONTRIBUSINYA BAGI TIMNYA SAAT PERTANDINGAN.
ISIAN KOMENTAR FORMASI TIM
MENULIS TENTANG FORMASI TIM SENDIRI MAUPUN FORMASI TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, PALING TIDAK POSISI STATIS PEMAIN SAAT START ATAU AKAN MEMULAI PERTANDINGAN.
ISIAN KOMENTAR FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU
MENULIS TENTANG SIKAP FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN.
CONTOH PENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM
TIM SENDIRI : MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI CUKUP RAPIH, MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, JARANG TERSENDAT, DENGAN PENGUASAAN BOLA YANG CUKUP BAIK, ALIRAN BOLA MERAMBAT DARI LINI KE LINI DI DALAM MELAKUKAN SERANGAN, TETAPI PENYELESAIAN AKHIR BANYAK GAGAL SEHINGGA BANYAK PELUANG TERBUANG. SAAT KEHILANGAN BOLA KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI MENYERANG KE FORMASI BERTAHAN SEHINGGA LINI PERTAHANAN TERBUKA. BEGITU PULA SAAT SETELAH BERHASIL MEREBUT BOLA DARI KAKI LAWAN KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI BERTAHAN KE FORMASI MENYERANG, SEHINGGA KAWAN YANG BERADA DI LINI DEPAN KURANG MENDAPAT DUKUNGAN DARI PEMAIN LINI TENGAH ATAU BELAKANG. MASIH KURANG SIGAP DALAM MENGHADAPI SERANGAN BALIK LAWAN ATAU TIDAK MELAKUKAN INTERSEP DENGAN BAIK, SEHINGGA DUEL PEREBUTAN BOLA TIDAK SELALU DIMENANGKAN. PARA PEMAIN KURANG PANDAI DALAM MEMAINKAN TEMPO PERMAINAN SEHINGGA TENAGA KERAP TERKURAS DALAM PERMAINAN YANG KURANG EFEKTIF.
TIM LAWAN : MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI KURANG MULUS, ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI KERAP TERSENDAT, KARENA SERING KEHILANGAN BOLA, ALIRAN BOLA ANTAR LINI TERLIHAT KURANG BERJALAN, BANYAK KEHILANGAN PELUANG DI DALAM MELAKUKAN PENYELESAIAN AKHIR, TRANSISI MASIH LEMAH, DUKUNGAN TERHADAP KAWAN YANG MENGUASAI BOLA JARANG DILAKUKAN, DEMIKIAN PULA INTERSEP KURANG TERLIHAT WALAU MEMPERLIHATKAN KEGIGIHAN SAAT DUEL PEREBUTAN BOLA. DAN MEMAINKAN PERMAINAN TEMPO SEDANG KARENA KELIHATANNYA KURANG DI DUKUNG KONDISI FISIK YANG CUKUP.
CONTOH PENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU
TIM SENDIRI : MISALNYA TEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN CUKUP BAIK DI BANDING PEMAIN LAWAN BERTANDING, KONTROL BOLA MASIH PERLU DI PERBAIKI, PENGUASAAN BOLA JUGA MASIH PERLU DI TINGKATKAN, KURANG BERANI MENGGIRING BOLA SAAT DIBUTUHKAN UNTUK MELEWATI PEMAIN LAWAN, MENGUMPAN BOLA CUKUP BAGUS, MENEMBAK BOLA KEARAH GAWANG LAWAN MASIH BANYAK TIDAK MENEMUI SASARAN KARENA SERING DILAKUKAN SECARA TERGESA, MENANDUK BOLA DI UDARA MASIH DILAKUKAN KURANG BERTENAGA. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG CUKUP BAIK, BANYAK MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN.
TIM LAWAN : MISALNYA TEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN MASIH KURANG. KONTROL, PENGUASAAN, MENGGIRING, MENGUMPAN, BOLA MASIH KURANG BAGUS UNTUK MEWUJUDKAN KERJA SAMA TIM YANG SOLID. MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG MASIH SERING TIDAK MENEMUI SASARAN. MENANDUK BOLA DILAKUKAN CUKUP BAGUS SAAT MENJAGA DAERAH PERTAHANAN. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG BAGUS BANYAK MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN YANG GEMILANG.
CONTOH PENGISIAN PEMAIN YANG MENONJOL
TIM SENDIRI : MISALNYA NPG. 1, 3, 5, 7, 9.
TIM LAWAN : MISALNYA NPG. 1, 3, 5
CONTOH PENGISIAN FORMASI TIM
TIM SENDIRI : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-4-1 KALAU 7 PEMAIN, 1-4-3 KALAU 9 PEMAIN, 4-3-3 KALAU 11 PEMAIN.
TIM LAWAN : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-3-2 KALAU 7 PEMAIN, 1-3-4 KALAU 9 PEMAIN, 4-2-4 KALAU 11 PEMAIN.
CONTOH PENGISIAN PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU
TIM SENDIRI : MISALNYA PARA PEMAIN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK, MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAI TANDA PENYESALAN DAN MENINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH 3 KARTU HIJAU.
TIM LAWAN : MISALNYA PARA PEMAIN LAWAN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK, MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAAI TANDA PENYESALAN DAN MEMINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH 5 KARTU HIJAU.

Minggu, 27 Januari 2013

SERTIFIKASI BOLA DI INDONESIA




GAGASAN :
SERTIFIKASI BOLA SEPAK, BOLA FUTSAL DAN BOLA PANTAI  DI INDONESIA

BOLA YANG BEREDAR DI INDONESIA DISAMPING SUDAH ADA YANG MEMILIKI PERSYARATAN DARI FIFA SEPERTI BERLABEL “FIFA APPROVED,” “FIFA INSPECTED” MAUPUN “INTERNATIONAL MATCH BALL STANDAR,” YANG BERARTI BOLA TERSEBUT TELAH DIUJI SECARA RESMI DAN TELAH SESUAI DENGAN PERSYARATAN TEKNIS, DISETUJUI IFAB DAN TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN FIFA. TETAPI ADA PULA BOLA YANG BELUM MEMENUHI PERSYARATAN FIFA KARENA TIDAK MEMILIKI SALAH SATU LOGO DIATAS .

UMUMNYA BOLA SEPAK, BOLA FUTSAL BOLA PANTAI BUATAN LUAR NEGERI, DIMILIKI OLEH BOLA-BOLA BERMEREK DIANTARANYA ADIDAS, NIKE, SPECS. DAN ADA SATU BOLA SEPAK DAN FUTSAL BUATAN DALAM NEGERI, YANG SUDAH MEMILIKI SERTIFIKAT DAN BERLABEL FIFA YAITU MEREK TRIPLE S YANG PABRIKNYA TERLETAK DI MAJALENGKA, BOLA TERSEBUT SEBENARNYA SUDAH LAIK UNTUK DIPERGUNAKAN SEBAGAI BOLA RESMI PSSI PADA PERTANDINGAN STRATA ATAS (PROFESIONAL).

YANG BELUM MEMENUHI PERSYARATAN FIFA, UMUMNYA BOLA-BOLA BUATAN DALAM NEGERI SEPERTI YANG DIKETAHUI BERMEREK PESPEX, LEAGUE, PROTEAM DAN MASIH ADA YANG LAINNYA TAPI BELUM DIKETAHUI MEREKNYA, SEPERTI BUATAN PENGRAJIN BOLA YANG BERASAL DARI SUKABUMI MISALNYA, ATAU ADA JUGA BOLA BUATAN LUAR NEGERI YANG TERDETEKSI BELUM MEMILIKI PERSYARATAN FIFA SEPERTI CALCI MISALNYA.

BOLA-BOLA YANG DIPERGUNAKAN PADA PERTANDINGAN RESMI SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI DI NEGARA KITA SUDAH MENGGUNAKAN  SALAH SATU DARI TIGA LABEL FIFA SEBAGAIMANA DISEBUT DIATAS, KARENA HAL ITU MERUPAKAN PERSYARATAN PADA PERTANDNGAN RESMI YANG DISELENGGARAKAN ANGGOTA FIFA, ATAUPUN PADA PERTANDINGAN YANG MENDAPATKAN REKOMENDASI ANGGOTA FIFA, TERUTAMA UNTUK KOMPETISI SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI STRATA TERTINGGI ATAU YANG BERSTATUS PROFESIONAL.

SEDANGKAN UNTUK KOMPETISI AMATIR DAN KOMPETISI KELOMPOK USIA MAUPUN PERTANDINGAN LOKAL LAINNYA SEPERTI TURNAMEN MAUPUN FESTIVAL YANG DISELENGGARAKAN OLEH MASYARAKAT PECINTA SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI,  MASIH ADA ATAU BANYAK YANG BELUM MEMPERGUNAKAN BOLA-BOLA YANG BERLABEL FIFA DIMAKSUD.

MAKA SEHUBUNGAN DENGAN ITU PERLU DIAMBIL JALAN KELUARNYA, SUPAYA PERTANDINGAN YANG DISELENGGARAKAN MEREKA JUGA BISA DIKATAKAN MEMENUHI PERSYARATAN WALAU SECARA LOKAL DAN BERLAKU KHUSUS DI DALAM NEGERI.

BERKAITAN DENGAN ITU PENGURUS PSSI DAPAT MEMBERIKAN LABEL ATAU LOGO PSSI KEPADA SETIAP BOLA YANG BEREDAR DI INDONESIA, SEPERTI DILAKUKAN UEFA DENGAN MEMBERIKAN STANDAR CE YANG BERLAKU DI EROPA. DENGAN TUJUAN SUPAYA DAPAT MEMENUHI PERSYARATAN LOKAL ATAU SEBAGAI BOLA RESMI LOKAL, MELALUI PROSES PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI UNTUK MENDAPATKAN LABEL LOKAL SETARA DENGAN YANG DIMAKSUD PERSYARATAN FIFA, DENGAN TETAP MENGINDAHKAN PERSYARATAN FIFA, SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM LAW OF THE GAME (LOTG) SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI.      

PERSYARATAN FIFA :

ADAPUN YANG DIMAKSUD DENGAN PERSYARATAN FIFA TENTANG BOLA RESMI YANG DAPAT DIPERGUNAKAN DALAM PERTANDINGAN RESMI YANG DISELENGGARAKAN OLEH FIFA ATAU DI LINGKUNGAN ANGGOTA FIFA, SEBAGAIMANA YANG TERTERA DALAM LAW OF THE GAME SEPAKBOLA, FUTSAL MAUPUN SEPAKBOLA PANTAI DENGAN LOGO FIFA SEPERTI DIATAS, ADALAH SEPERTI SEBAGAI BERIKUT :

BOLA SEPAK : (NO.5) (GRASSROOTS DIBAWAH UKURAN NO.5 YAITU NO.4)

·        BEREBENTUK BULAT.
·       TERBUAT DARI KULIT ATAU BAHAN LAINNYA YANG SESUAI.
·      LINGKARAN TIDAK LEBIH DARI 70 CM (28 CM) DAN TIDAK KURANG DARI 68 CM (27 INCI).
·     BERAT TIDAK LEBIH DARI 450 G (16 OZ) DAN TIDAK KURANG DARI  410 G (14 OZ) PADA SAAT DIMULAINYA PERTANDINGAN.
·  TEKANAN UDARA SAMA DENGAN 0,6 – 1,1 ATM (600 – 1100 G/CM2) PADA PERMUKAAN LAUT (8,5 LBS/SQ INCI – 15,6 LBS/SQ/INCI).




BOLA FUTSAL : (NO.4)

·      BERBENTUK BULAT.
·      TERBUAT DARI KULIT ATAU BAHAN LAINNYA.
·    LINGKARAN KELILING TIDAK KURANG 62 CM DAN DAN TIDAK LEBIH DARI 64 CM.
·    BERAT BOLA PADA SAAT PERTANDINGAN DIMULAI TIDAK KURANG DARI  400 G DAN TIDAK LEBIH DARI 440 G.
·     TEKANAN UDARA SAMA DENGAN 0,4 – 0,6 ATM (400 – 600 G/CM2).
·   BOLA TIDAK BOLEH MEMANTUL KURANG DARI 55 CM DAN TIDA BOLEH LEBIH 65 CM PADA PANTULAN PERTAMA KETIKA DIJATUHKAN DARI KETINGGIAN 2 METER.

BOLA PANTAI : (NO.5)

·        BERBENTUK BULAT.
·     TERBUAT DARI KULIT KHUSUS ATAU BAHAN LAINNYA YANG COCOK, TAHAN TERHADAP AIR DAN ABRASI.
·     LINGKARAN BOLA TIDAK KURANG DARI 68 CM DAN TIDAK LEBIH DARI 70 CM.
·        BERAT BOLA TIDAK KURANG DARI 400 G DAN TIDAK LEBIH DARI 440 G.
·        TEKANAN UDARA SAMA DENGAN 0,4 – 0,6 ATM.

PROSES PENGUJIAN DAN SERTIFIKASI :

·   SETIAP MEREK LOKAL ATAU LUAR NEGERI YANG TIDAK MEMILIKI LABEL PERSYARATAN FIFA, DIUJI UNTUK MEMENUHI SEBAGAIMANA PERSYARATAN FIFA TENTANG BOLA DALAM LAW OF THE GAME SEPERTI DISEBUT DIATAS.
·    TERLEBIH DAHULU MEMILIKI SERTIFIKASI ATAU LABEL SNI DAN ISO UNTUK BOLA PRODUKSI DALAM NEGERI DAN SII UNTUK BOLA PRODUKSI LUAR NEGERI.
· PERMOHONAN PENGUJIAN DISAMPAIKAN OLEH PRODUSEN YANG BERSANGKUTAN DENGAN MELAMPIRKAN IJIN USAHA UNTUK BOLA BUATAN DALAM NEGERI ATAU IJIN SEBAGAI DISTRIBUTOR BOLA IMPOR UNTUK BOLA BUATAN LUAR NEGERI.
·  CARA MENGUJI SETIAP MEREK DENGAN SAMPEL ACAK (RANDOM SAMPLE), MELALUI PENGUJIAN MASING-MASING 100 BOLA.
·  UJI SETIAP BOLA SEBAGAIMANA PERSYARATAN FIFA SEPERTI BENTUK, BAHAN, LINGKARAN, BERAT DAN TEKANAN UDARA BOLA SERTA PANTULAN BOLA.
·  UJI DI LAPANGAN PERMAINAN BERUMPUT, UNTUK BOLA SEPAK DIUJI SAAT UDARA CERAH DAN SAAT TURUN HUJAN, LAPANGAN BECEK ATAU LAPANGAN TERGENANG AIR.
·        UJI DI LAPANGAN PERMAINAN KERAS, UNTUK BOLA FUTSAL.
·        UJI DI LAPANGAN PERMAINAN PASIR, UNTUK BOLA PANTAI.
·        WAKTU PENGUJIAN SATU MINGGU UNTUK SETIAP MEREK.
·  ANGGOTA TIM PENGUJI BOLA TERDIRI DARI UNSUR-UNSUR : OFISIAL PERTANDINGAN (MATCH OFFICIAL), YANG TERDIRI DARI PENGAWAS PERTANDINGAN DAN WASIT SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI, YANG SUDAH BIASA MENGETES KONDISI BOLA DISETIAP SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI, YANG MELIPUTI MEMERIKSA BULATNYA BOLA, BERAT BOLA DAN TEKANAN UDARA. TIM DAN PEMAIN PERAGA YANG MELAKUKAN PERTANDINGAN EKSEBISI SEPAKBOLA, FUTSAL DAN SEPAKBOLA PANTAI. PERWAKILAN DARI PRODUSEN MEREK YANG BERSANGKUTAN. MARKETING PSSI DAN UNSUR LAINNYA YANG DIANGGAP KOMPETEN MASUK ANGGOTA TIM PENGUJI.
·     JIKA DIPERLUKAN UJI LABORATORIUM (FISIKA?).
· SETELAH MELALUI PENGUJIAN DAN MEMENUHI PERSYARATAN BOLA, SEBAGAIMANA DIMAKSUDKAN DENGAN KETENTUAN DALAM LAW OF THE GAME, DAPAT DIBERIKAN SERTIFIKAT PSSI DAN DIPERKENANKAN MENGGUNAKAN LABEL ATAU LOGO PSSI SEPERTI SEBAGAI BERIKUT : “PSSI APPROVED,”  PSSI INSPECTED,” DAN “INDONESIA MATCHBALL STANDARD.”
·  SESUAI TINGKATAN HASIL UJI BERTURUT-TURUT JIKA HASIL UJINYA DINILAI BAGUS SEKALI UNTUK LABEL ATAU LOGO “PSSI APPROVED,” KEMUDIAN JIKA HASIL PENILAIANNYA  BAGUS UNTUK LABEL ATAU LOGO “PSSI INSPECTED.” DAN JIKA HASIL PENILAIANNYA CUKUP BAGUS UNTUK LABEL ATAU LOGO “INDONESIA MATCHBALL STANDARD” ATAU MENURUT KETENTUAN IFAB-FIFA BEBAS ROYALTI.
·  BOLA TIDAK BOLEH BERLOGO KOMERSIL, KECUALI MEREK DAGANG, LOGO KOMPETISI ATAU LOGO PENGELOLA KOMPETISI.
·    SERTIFIKAT, LABEL ATAU LOGO PSSI TERSEBUT HANYA BERLAKU SEBAGAI BOLA RESMI DI WILAYAH INDONESIA. DAN BERLAKU UNTUK EMPAT TAHUN, SESUDAH ITU BISA DIPERPANJANG.
·   BIAYA PENGUJIAN BISA DIBEBANKAN KEPADA PERUSAHAAN PRODUSEN BOLA BUATAN DALAM NEGERI ATAU KEPADA PERUSAHAAN IMPORTIR BOLA  BUATAN LUAR NEGERI YANG BERSANGKUTAN.
·    BOLA YANG MENDAPAT SERTIFIKAT PSSI BISA MENJADI BOLA RESMI, UNTUK DIPERGUNAKAN PADA SETIAP PERTANDINGAN RESMI DI LINGKUNGAN PSSI DI LUAR KOMPETISI STRATA ATAS (PROFESIONAL), SEPERTI KOMPETISI AMATIR, KOMPETISI DAN FESTIVAL KELOMPOK USIA YANG DISELENGGARAKAN PSSI. SERTA PADA PERTANDINGAN TURNAMEN DAN FESTIVAL KELOMPOK USIA YANG DISELENGGARAKAN MASYARAKAT, TERUTAMA YANG MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI PSSI ATAU YANG BEKERJA SAMA DENGAN PSSI.  
·   KOMPENSASI DANA BISA JUGA DIDAPAT PSSI DARI HASIL PENERBITAN SERTIFIKAT DAN PENCANTUMAN LABEL ATAU LOGO PSSI DISETIAP BOLA RESMI YANG BERLAKU DI INDONESIA TERSEBUT, MELALUI CARA  BEKERJA SAMA SALING MENGUNTUNGKAN DALAM MEMASARKAN BOLA, KHUSUSNYA BOLA BUATAN DALAM NEGERI DENGAN PERUSAHAAN PRODUSEN YANG BERSANGKUTAN.



JAKARTA, 3 JANUARI 2013.
M. ACHWANI

Rabu, 02 Januari 2013

Menempatkan Sekolah-Sekolah Sepakbola Sebagai Basis Pembinaan Sepakbola Usia Dini Dan Usia Muda






"Menempatkan Sekolah-Sekolah Sepakbola Sebagai Basis Pembinaan Sepakbola Usia Dini Dan Usia Muda" Catatan Kecil M. Achwani, 22112012.

DALAM STATUTA PSSI EDISI 2011, DISEBUT TENTANG SEKOLAH SEPAKBOLA PADA PASAL 52 "KOMITE PENGEMBANGAN SEPAKBOLA USIA MUDA," TEPATNYA DALAM AYAT (2) BERBUNYI "KOMITE PENGEMBANGAN SEPAKBOLA MUDA MELAKUKAN PEMBIBITAN, PEMBINAAN DAN PEMANTAUAN SEPAKBOLA USIA MUDA PADA SEKOLAH-SEKOLAH SEPAKBOLA."

SEBELUMNYA PADA PEDOMAN DASAR PSSI EDISI 2004, DISEBUT TENTANG SEKOLAH SEPAKBOLA PADA PASAL 35 "SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB)," TEPATNYA DALAM AYAT 1 BERBUNYI "KEGIATAN PEMBIBITAN DAN PEMBINAAN PEMAIN SEPAKBOLA USIA MUDA DILAKUKAN MELALUI SEKOLAH SEPAKBOLA SECARA MANDIRI DIBAWAH PEMBINAAN PENGURUS CABANG DAN DIKOORDINASIKAN OLEH PENGURUS DAERAH PSSI" (SEKARANG PENGRUS PROVINSI PSSI). DAN AYAT 2 BERBUNYI "SEKOLAH SEPAKBOLA DAPAT PULA DIBENTUK OLEH KLUB SEPAKBOLA.

SEBELUMNYA LAGI PADA AD-ART PSSI EDISI 2002, DISEBUT TENTANG SEKOLAH SEPAKBOLA PADA PASAL 50 "SEKOLAH SEPAKBOLA," TEPATNYA DALAM AYAT (1) "KEGIATAN PEMBIBITAN DAN PEMBINAAN PEMAIN SEPAKBOLA USIA MUDA DILAKUKAN MELALUI KEBERADAAN SEKOLAH SEPAKBOLA." DAN AYAT (2) "AGAR DAPAT BERHASIL GUNA SEBAGAI WADAH PEMBINAAN USIA MUDA, PEMBINAAN SEKOLAH SEPAKBOLA MELALUI PERKUMPULAN ANGGOTA PERSERIKATAN ATAU KLUB SEPAKBOLA (SEKARANG PENGCAB DAN KLUB PROFESIONAL ATAU KLUB AMATIR).

JADI BILA MELIHAT KETIGA SUMBER HUKUM DIATAS, KEBERADAAN SSB PADA STATUTA PSSI EDISI 2011 BELUMLAH JELAS, JADI PSSI PERLU MELENGKAPI TENTANG KEBERADAAN SEKOLAH SEPAKBOLA DENGAN MEMASUKAN KEMBALI AYAT-AYAT PENTING TENTANG SSB SEBAGAIMANA PERNAH TERCANTUM DALAM PASAL DAN AYAT PADA PEDOMAN DASAR PSSI EDISI 2004 DAN AD-ART PSSI EDISI 2002, DITAMBAH KETENTUAN TENTANG ASOSIASI DAN LIGA-LIGA YANG MENGKOORDINASIKAN KEGIATAN SSB-SSB MANDIRI YANG SUDAH TUMBUH BERKEMBANG DENGAN BAIK SELAMA INI DAN SUDAH MENEMBUS BATAS WILAYAH PEMBINAAN PENGCAB MAUPUN PENGPROV, SEHINGGA PERLU DILAKUKAN LANGKAH BIJAK UNTUK MENEMPATKAN SEKOLAH-SEKOLAH SEPAKBOLA SEBAGAI BASIS PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA, SEBELUM DILANJUTKAN DIBINA OLEH PERKUMPULAN SEPAKBOLA, BERLANJUT DIBINA KLUB AMATIR DAN KLUB PROFESIONAL, YANG KETIGANYA BERSAMA PENGCAB DAN PENGPROV HARUS MAMPU MELAKUKAN KEGIATAN PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA DENGAN BAIK, SUPAYA JENJANG PEMBINAANNYA MENJADI JELAS BAGI SEMUA CALON PESEPAKBOLA DI INDONESIA.



Selasa, 01 Januari 2013

Grassroots Dalam Penguasaan Bola (Ball Possession), Supporting Ball, Transisi dan Intersep

Grassroots dalam : “Penguasaan Bola (ball possession), Transisi, Supporting, Intersep” Saat Festival Sepakbola Usia Dini : “Top 24 Super Festival 2012”29-30/12/2012 di Si Jalak Harupat dan Campfestival Sepakbola U12 Antar SSB Tahun 2011.” 28-29-30-31/12/2011 di Jatinangor. Yang sama-sama mengusung upaya membangun permainan Fair Play dan pemberian Kartu Hijau sebagai bentuk penghargaan bagi Pemain maupun Ofisial Tim yang memperlihatkan perilaku sportif saat pertandingan berlangsung. Catatan M. Achwani. Pada penyelenggaraan Festival Sepakbola Usia Dini yang dilaksanakan oleh berbagai pihak, bila telah selesai melaksanakan pertandingan umumnya hanya menekankan pada segi laporan pelaksanaan pertandingannya saja, padahal kalau diikuti atau dilengkapi dengan misalnya catatan atas pengamatan jalannya pertandingan, atau data statistik atau juga analisa pertandingan atau apapun yang dapat melengkapi laporan tersebut tentu akan lebih baik lagi dan bermanfaat bagi perkembangan pembinaan Pemain selanjutnya. Kenapa demikian? Karena hal itu akan membantu para Pelatih didalam mengevaluasi atau menilai perkembangan dan kemajuan para Pemainnya, khususnya bila penilaiannya dilakukan di bulan penghujung tahun (raport akhir tahun bagi Pemain dan Timnya masing-masing), dalam hal ini seperti pelaksanaan “Top 24 Super Festival 2012” yang diikuti 24 peserta dan “Campfestival Sepakbola U12 Antar SSB Tahun 2011,” yang diikuti 32 peserta, keduanya dilaksanakan di bulan akhir tahun. Dalam pelaksanaan “Top 24 Super Festival 2012,” Manajemen Sport Utama (MSU) yang bertindak sebagai Konsultan Teknis, melakukan hal sama sebagaimana dalam pelaksanaan “Campfestival Sepakbola U12 Antar SSB Tahun 2011” juga membuat catatan teknis pengamatan tentang penampilan pesepakbola cilik yang berlaga di arena pertandingan. Khusus untuk pelaksanaan “Campfestival Sepakbola U12 Antar SSB Tahun 2011,” merupakan bagian dari catatan Analisa Pertandingan yang telah lebih dahulu dipublikasikan beberapa waktu lalu pada webblog : myblogmainbola.blogspot.com. Bagi beberapa SSB yang dulu pernah mengikuti Campfestival seperti SSB Salfas Soccer, SSB Kabomania dan SSB Sawsco yang kali ini menurunkan 2 Tim, mengikuti festival ini merupakan pengganti sementara sebelum Campfestival akan digelar kembali dimasa datang, yang memiliki konsep berbeda dengan kegiatan pertandingan grassroots lainnya dan akan tetap bercirikan sebagai kegiatan komprehensif yang memadukan kegiatan pelatihan dan pertandingan serta dilakukan sebagai kegiatan titk kulminasi pembinaan. Selanjutnya dibawah ini catatan hasil pengamatan dalam hal yang sama terjadi di kedua Festival itu, yang menyangkut penguasaan bola (ball possession), transisi, supporting, intersep, terutama yang ditampilkan para Pemain SSB Uni Kuning, Sawsco Merah dan Soccer One saat pertandingan “Top 24 Super Festival 2012.” Kemudian SSB Joyokusumo, SSB Undip dan SSB Bogor A saat pertandingan “Campfestival Sepakbola U12 Antar SSB Tahun 2011.” Yang menduduki urutam Tim Terbaik Pertama, kedua dan Ketiga. Penguasaan bola : Penguasaan bola umumnya cukup baik diperlihatkan peserta papan atas kedua festival tersebut, masing-masing tim selalu berusaha menguasai bola selama mungkin maupun menghindarkan bola direbut lawan dengan cara mengalirkan bola dari kaki ke kaki dengan 1-2 sentuhan, atau dengan menggiring bola terlebih dahulu baru diteruskan kepada kawannya. Cara pertama yang dilakukan, membuat bola mengalir dari kaki ke kaki dengan 1-2 sentuhan, sebelum lawan datang bola tersebut sudah dialirkan kepada kawan lainnya, cara ini membuat perpindahan bola dari satu Pemain ke Pemain lain bisa lebih cepat (first time ball). Cara kedua, menggiring bola lebih dahulu baru setelah melihat kawan yang berdiri bebas bola umpan dilepaskan kepada kawan tersebut, cara perpindahan bola seperti ini sedikit memakan waktu tapi bisa didukung dengan pergerakan tanpa bola yang efektif. Cara pertama mengalirkan atau mengumpan bola dari kaki kekaki dengan 1-2 sentuhan, tampak dilakukan para Pemain ketika menguasai bola di daerah pertahanan sendiri sampai ke tengah lapangan. Sedangkan cara kedua menggiring bola dulu baru mengumpan kepada kawannya, banyak dilakukan menjelang memasuki daerah pertahanan lawan untuk mencoba membuka pertahanan lawan. Cara kedua itu masih dibedakan lagi dalam 2 ciri, yang diperagakan para Pesepakbola Cilik saat menggiring bola melakukan kerjasama dengan kawannya. Ciri pertama melakukan menggiring bola dan memberi umpan kepada kawannya sebelum lawannya menyongsong bola yang dikuasainya, ciri kedua melakukan menggiring bola dengan melewati lawannya terlebih dahulu baru mengumpannya. Ciri pertama menggiring bola dan memberikan umpan sebelum lawannya menyongsong bola, baik dengan cara memberikan umpan terobosan maupun umpan melebar kepada kawannya banyak diperagakan para Pemain saat hendak memasuki daerah pertahanan lawan dari arah tengah. Ciri kedua menggiring bola melewati Pemain lawan terlebih dahulu baru melepaskan umpan banyak diperagakan para Pemain saat menyerang dari sayap, kebanyakan Pemain sudah berani melakukannnya dengan menggiring bola menyusuri sayap dan melewati Pemain lawan yang menghadapunya atau membayanginya, terkadang berani melewati 2 Pemain sekaligus sebelum melepaskan umpan tarik kepada kawan-kawannya yang berada di muka Gawang lawan. Beberapa Pemain dari tim yang berhasil masuk 6 besar Festival Top 24 2012 atau yang masuk 4 besar Campfestival 2011 telah memperlihatkan keberanian menggiring bola memotong kedalam dari sayap langsung ke kotak penalti lawan (cutting in) dengan 2 tujuan, untuk melakukan tembakan langsung kearah Gawang lawan atau melakukan kerjasama 1-2 sentuhan menerobos pertahanan lawan (wall pass). Dalam penguasaan bola ini walau sudah dikatakan cukup baik bagi peserta papan atas, tapi bukan berarti setiap menguasai bola dalam membangun serangan setiap tim bisa selalu menguasai bola sampai ke daerah pertahanan lawan. Dilain pihak masih banyak ditemui akibat kelalaian atau kurang cermat, yang disebabkan kelemahan teknik mengumpan dan kontrol bola terutama dari peserta yang hanya sampai babak pertama. Terlihat masih sering ditemui patah ditengah jalan, seperti kehilangan bola karena direbut lawan, salah mengumpan atau tidak sengaja menendang bola keluar Lapangan. Tim-Tim yang dikalahkan lawannya dengan selisih 2 gol atau lebih sering mengalami masalah seperti ini. Transisi : Melakukan transisi dalam sepakbola memang merupakan hal sering dilupakan untuk dilatihkan atau diajarkan terutama untuk Pemain Usia Dini walau dalam bahasa sederhana yang mudah dimengerti anak-anak. Transisi yang dimaksud dalam sepakbola adalah perubahan formasi, seperti perubahan formasi dari menyerang ke bertahan ketika kehilangan bola karena direbut lawan atau sebaliknya perubahan formasi dari bertahan ke menyerang ketika berhasil merebut bola dari kaki lawan. Ketika sebuah Tim sedang menguasai bola tujuannya adalah untuk menyerang lawan yang sedang bertahan, jadi formasi pemainnya ialah formasi menyerang, semua Pemain harus ikut membangun serangan baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti memberikan dukungan terhadap Pemain Depan. Semua Pemain harus bekerja sama mengalirkan bola dari kaki ke kaki baik dengan cara mengumpan bola 1-2 sentuhan atau menggiring bola terlebih dahulu sebelum mengumpan bola kepada kawannya, usahakan agar bola selalu dikuasai Timnya jangan sampai direbut lawan. Ketika Tim lawannya sedang menguasai bola tentu tujuan sebuah Tim yang sedang bertahan adalah untuk mempertahankan diri dan sekaligus untuk menghalau serangan lawan, jadi formasi Pemainnya ialah formasi bertahan, semua Pemain harus berusaha merebut bola dari kaki lawannya yang menguasai bola atau menjaga Pemain lawan lainnya yang sedang tidak menguasai bola, satu persatu di jaga (man marking) atau menjaga daerah pertahan sendiri (zona marking). Termasuk bersiap bila terjadi serangan balik cepat yang dilakukan lawan. Kaitannya dengan perubahan formasi yang disebut transisi, jadi anak-anak harus mendapatkan pengertian sederhana tentang transisi, yaitu dengan membiasakan diri segera bertukar formasi menyerang menjadi formasi bertahan ketika kehilangan bola atau bola yang sebelumnya dikuasai Timnya direbut lawan, atau segera bertukar formasi bertahan menjadi formasi menyerang ketika berhasil merebut bola dari kaki lawannya. Perubahan formasi ini berarti juga merubah tugas Pemain, seperti perubahan dari tugas menyerang menjadi bertahan kalau kehilangan bola atau berubah tugas dari bertahan menjadi menyerang bila berhasil merebut bola dari kaki lawan. Para Pemain 3 besar dari Tim peserta Festival Top 24 2012 yang mempertandingkan 9 lawan 9 maupun Campfestival 2011 yang mempertandingkan 7 lawan 7, dalam ukuran Lapangan sama 60 X 40 meter, terlihat sekilas sudah bisa memperagakan sebagian dari yang dimaksudkan dengan transisi, merubah formasi menyerang menjadi bertahan maupun merubah formasi bertahan menjadi formasi menyerang disesuaikan kondisi di Lapangan permainan sebagaimana digambarkan dibawah ini. Dimana saat kehilangan bola terlihat semua Pemain berubah tugas, Pemain belakang kembali ke daerah pertahanan sendiri, untuk menjaga daerah pertahannya setelah mendukung Pemain tengah maupun Pemain depan saat membangun serangan. Selanjutnya Pemain tengah kembali ke daerah tengah Lapangan di muka daerah pertahanan sendiri, Dan Pemain depan yang semula menggedor pertahanan lawan menjadi Pemain yang membayangi Pemain lawan, baik yang menguasai bola maupun yang tidak menguasai bola tetapi berada di dekatnya, dalam hal ini semua Pemain berusaha merebut bola dari kaki lawan. Kemudian saat berhasil merebut bola dari kaki lawan semua Pemain berubah tugas dari mempertahankan daerah dan Gawang sendiri, menjadi pelaku penyerangan terhadap lawan, bila bola direbut di daerah pertahanan sendiri, bola dialirkan ke tengah dan kemudian dialirkan kedepan. kemudian bila bola direbut di daerah tengah langsung dialirkan kedepan atau bila bola direbut didepan atau di daerah pertahanan lawan Pemain depan langsung menggedor pertahanan lawan. Walau sudah bisa mendekati dengan apa yang dimaksud dengan transisi, namun ada yang perlu dilatihkan kepada para anak didik masing-masing peserta Festival Top 24 2012 dan Campfestival 2011, agar anak didiknya bisa memiliki variasi didalam melaksanakan transisi. Seperti misalnya ketika kehilangan bola di daerah pertahanan lawan, bila memungkinkan usaha merebut bola bisa saja dilakukan di tempat itu juga. Terutama oleh para Pemain depannya didukung para Pemain tengah dan Pemain belakang yang ada didekatnya, dengan tanpa harus kembali dahulu ke daerah pertahan sendiri. Demikian juga bila merebut bola dari kaki lawan di daerah pertahanan sendiri, bola bisa saja langsung diangkat kepada Pemain depan yang siap menerima bola umpan panjang dari belakang, cara serangan balik seperti itu akan lebih efektif, karena bukankah pertandingan sepakbola usia dini kan tidak ada ofsaid. Supporting ball : (memberikan dukungan terhadap kawan yang menguasai bola) Pada dasarnya baik para peserta Festival Top 24 2012 maupun Campfestival 2011 umumnya memberikan dukungan terhadap kawan yang menguasai bola di depannya sudah cukup baik, dimana setiap Pemain yang menguasai bola lebih sering terlihat memiliki paling tidak seorang kawannya yang berdiri di belakangnya yang siap memberikan dukungan apabila kawan yang menguasai bola menemui kesulitan memberikan bola kedepan, ia siap menerima umpan yang diberikan kebelakang (back pass). Tetapi dimasa datang lebih baik lagi bila setiap Pemain yang menguasai bola itu disamping memiliki dukungan dari Pemain yang berada di belakangnya terutama dari Pemain yang memberikan bola sebelumnya kepadanya, juga Pemain yang berada disamping dan di depannya melakukan gerakan tanpa bola sekaligus mendukung kawan Pemain yang menguasai bola, sehingga memudahkan yang bersangkutan mengumpan bola kepada kawannya yang berdiri di depan maupun di samping yang berdiri bebas, terutama kepada kawan yang memiliki posisi lebih baik dan memiliki peluang untuk membuat gol. Intersep : Untuk yang satu ini dalam hal intersep termasuk 6 besar peserta Festival top 24 2012 dan 4 besar peserta Campfestival 2011, masih banyak Pemain yang belum begitu baik dalam cara maju menyongsong lawan yang membawa bola atau menyergap pembawa bola untuk merebut bola dari kaki lawan. Sama Juga bagi Penjaga Gawang, cara maju kedepan untuk menyergap dan menangkap atau memblok bola yang datang kepadanya untuk menyelamatkan Gawang sendiri masih banyak yang belum melakukan dengan baik.